Sabtu, 30 Maret 2013

Teori Pendidikan Modern


Teori Pendidikan Modern
Oleh : Kharis  Musofa

Pada edisi sebelumnya saya telah mengulas sedikit tentang teori pendidikan klasik, sekarang kita mengulas tentang teori pendidikan modern yaitu :
1.       Pengajaran alam sekitar
salah satu usaha untuk memberikan dasar, agar pendidikan dan pengajaran berhasil ialah mempergunakan lingkungan hidup anak sebagai tolak semua pendidikan.Pengajaran semacam itu dinamai pengajaran heimatkunde atau ekologi.Bapak dari pengajaran itu adalah Fr. A. Finger dari jerman.
Pengajaran  alam sekitar penting artinya untuk pengajaran dan pendidikan guna kehidupan anak sekarang dan yang akan datang. Secara singkat berikut ini adalah nilai-nilai pengajaran alam sekitar :
a)       Dengan pengajaran alam sekitar itu guru dapat memperagakan secara langsung
b)       Pengajaran alam sekitar Memberikan kesempatan banyak agar anak aktif, giat tidak hanya duduk, mendengar, melihat tapi dapat mengambil inisiatif untuk memajukan lingkungan hidupnya, daerahnya, dan ikut bertanggung jawab.
c)       Pengajaran alam sekitar memungkinkan untuk memberikan pengajaran totalitas yakni pengajaran yang dipusatkan atas suatu bahan pengajaran yang dapat menarik perhatian anak dan diambil dari lingkungan hidup anak.
d)       Pengajaran alam sekitar memungkinkan adanya pendidikan yang fungsional, karena bahan pendidikan diambil dari lingkungannya, maka sekolah tidak terpisah dari masyarakatnya. Dan kepandaian anak dapat di aplikasikan dalam masyarakat.
2.       Pengajaran pusat perhatian
Pengajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat decroly dari belgia dengan pengajaran melalui pusat –pusat minat. Pendidikan menurut decroly  adalahecole pour la vic, par la vie(sekolah untuk hidup dan oleh hidup). Anak harus di didik, diarahkan, dan dipersiapkan dalam bermasyarakat.Oleh karena itu anak harus mempunyai pengetahuan terhadap diri sendiri dan pengetahuan tentang dunianya.Dunia ini terdiri dari alam dan kebudayaan dunia harus hidup dan mengembangkan kemampuannya untuk menggapai cita-cita. Oleh karena itu ia harus mempunyai pengetahuan yang bersifat subyektif dan obyektif atas dirinya sendiri dan dunianya.
Metode pengajaran pusat perhatian :
a)       Metode global (keseluruhan)
Anak-anak mengamati secara global.Hal ini berdasarkan prinsip psikologi gigestal, yaitu dalam mengajarkan membaca dan menulis menggunakan kalimat lebih mudah daripada mengajarkan kata-kata lepas.Sedangkan kata lebih mudah diajarkan dari pada huruf secara tersendiri.
b)       Centre d’interst (pusat minat)
Anak-anak mempunyai minat yang spontan (sewajarnya) .pengajaran harus disesuaikan dengan minat-minat spontan tersebut.sebab apabila tidak, maka pengajaran itu tidak akan banyak hasilnya.
3.       Sekolah kerja
Sekolah kerja merupakan konsep pendidikan yang menjadi titik kulminasi dari pandangan yang mementingkan keterampilan dalam pendidikan.Sekolah kerja menekankan agar pendidikan mengembangkan pikiran, ingatan, bahasa, dan tangan.Bapak dari sekolah kerja ialah G.kereschensteiner dari jerman.
Tujuan dari sekolah kerja ini adalah menembah pengetahuan anak, yaitu pengetahuan yang didapat dari buku buku, orang lain, ataupun dari pengalaman sendiri.Selain itu agar anak memiliki kemampuan dan kemahiran tertentu.Dan yang terakhir agar anak dapat memiliki pekerjaan sebagai persiapan jabatan dalam mengabdi Negara.
Kereschensteiner berpendapat bahwa kewajiban utama sekolah adalah mempersiapkan anak-anak untuk dapat bekerja. Karena banyaknya macam pekerjaan yang menjadi pusat pelajaran, Maka sekolah kerja dibagi menjadi tiga golongan besar yaitu sekolah perindustrian, sekolah perdagangan, dan sekolah rumah tangga yang bertujuan untuk mendidik para calon ibu yang diharapkan menghasilkan warga Negara yang baik
Dasar-dasar sekolah kerja :
ü  Dalam sekolah kerja anak aktif berbuat
ü  Pusat kegiatan pendidikan dan pengajaran ialah anak.
ü  Sekolah kerja mendidik anak menjadi pribadi yang berani berdiri sendiri, dan bertanggungjawab sebagai anggota masyarakat yang baik
ü  Bahan pelajaran disusun dalam suatu keseluruhan yang berpusat pada masalah kehidupan.
ü  Sekolah kerja tidak mementingkan pengetahuan yang bersifat hafalan atau hasil peniruan, melainkan pengetahuan fungsional dan dapat dipergunakan untuk berprakarsa, mencipta dan berbuat.
ü  Pendidikan kecerdasan tidak dapat diberikan dengan memberitahukan atau menceritakannya pada anak melainkan anak sendiri yang harus menjalani proses berfikir sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
ü  Sekolah kerja merupakan suatu bentuk masyarakat kecil yang didalamnya anak-anak mendapat latihan pengalaman yang amat penting artinya bagi pendidikan moral, social dan kecerdasan.
4.       Pengajaran proyek
Pengajaran proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan  mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pengajaran proyek akan menumbuhkan kemampuan untuk memandang dan memecahkan persoalan secara komprehensif.
Prinsip pokok Pengajaran proyek yaitu bahwa pengajaran itu harus aktif, ilmiah, dan memasyarakat.Jadi pengajaran proyek adalah suatu bentuk pengajaran dimana guru menyajikan bahan pengajaran agar murid aktif menyelidiki dan mencari problem solving atas proyek yang diberikan oleh gurunya.

5.       Taman siswa
Taman siswa ialah lembaga pendidikan yang didirikan oleh Ki hajar dewantara pada 3 juli 1992 di Yogyakarta.Taman siswa merupakan badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang menggunakan pendidikan dalam arti luas untuk mencapai cita-cita.Menurut Ki hajar dewantara pendidikan bagi tiap-tiap bangsa berarti pemeliharaan guna mengembangkan generasi muda agar dapat berkembang dengan sehat lahir batin.
Sistem pendidikan yang di cita-citakan beliau yakni pendidikan yang berdasarkan kebudayaan suatu bangsa kita sendiri dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Dasar pendidikan dan pengajaran dalam taman siswa ialah Panca Darma Taman Siswa yang disusun tahun 1947. Dasar-dasar nya ialah :
*      Asas kemerdekaan
Harus diartikan disiplin pada diri sendiri oleh diri sendiri atas dasar nilai hidup yang tinggi, baik hidup sebagai individu maupun anggota masyarakat.
*      Asas kodrat alam
Manusia sebagai makhluk yang menjadi satu dengan kodrat alam, tidak dapat lepas dari sunnatullah, tiap orang diberi keleluasaan , dibiarkan, dibimbing untuk berkembang secara wajar menurut kodratnya.
*      Asas kebudayaan
Memelihara kebudayaan kebangsaan namun yang harus pertama dilakukan yakni membawa kebangsaan itu kearah kemajuan yang sesuai dengan kecerdasan zaman, kemajuan dunia, dan kepentingan hidup rakyat lahir batin.
*      Asas kebangsaan
Asas yang mengandung rasa persatuan dengan bangsa sendiri dan tidak terjadi pertentangan.
*      Asas kemanusiaan
Asas yang mewujudkan pada diri seseorang  dengan adanya cinta kasih terhadap sesama makhluk Tuhan.
Semboyan taman siswa :
·         Ing ngarsa sung tuladha : memberikan teladan kepada peserta didik ketika berada di depan.
·         Ing madya mangun karsa : membangun semangat kepada peserta didik ketika berada di tengah.
·         Tut wuri handayani : mengarahkan peserta didik agar tidak salah bertindak ketika di belakang
Sebenarnya Masih banyak lagi teori-teori pendidikan modern lainnya, Dalam hal ini jurus utama dalam mendidik bukanlah satu teori saja yang dianggap paling ampuh yang diterapkan, melainkan kombinasi dari semua teori –teori tersebut karena  semua teori pasti mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. (Penulis adalah guru penjasorkes di MI Ma’arif NU01 Kalijaran, Kec. Karanganyar, Kab Purbalingga)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar